Friday, June 15, 2018

Dapat Darimana?

Yep, sepele memang —kisahnya hanya seputar tentang si A yang menulis di instastory, lalu oleh si B tulisannya direpost TAPI ga pake cantumin sumber kalo itu tulisan si A, entah lupa atau sengaja tapi fenomena seperti ini ga hanya terjadi sekali dua kali saja. Awalnya olehku atau kamu mungkin biasa saja " Oh mungkin dia lupa." Kedua kalinya, " Gapapa lah, temenku doang. Lalu ketika mencoba mengubah dari tulisan ke gambar/meme (tapi bikinan sendiri dong ya hehe), lagi-lagi direpost TANPA mencantumkan sumber.

Kesal? Sedikit. Lalu segala pemikiran itu berubah ketika orang-orang mulai beranggapan bahwa karya orisinil kita yang sesungguhnya adalah milik orang lain a.k.a sang perepost. Lemme give you a simple example : ketika temanmu merepost hasil karyamu apapun itu, namun tanpa mencantumkan sumber, lalu kamu mengirim hasil karyamu ke chat grup. Dibalaslah oleh netizen " Oi itu kan gambar punya si X ga si?" " Eh itu kan gambarnya si Y?" " Bagus ya gambar si Z? Aku juga suka!" Geram? Sudah sangat di ambang batas. BIG NOTE jika kalian mengira " kenapa ga diingetin?" " Coba diomongin baik-baik deh." Tentu saja, sebelum membuat tulisan ini aku udah mencoba semua hal yang kalian kira-kira itu dan finally I decided to use a watermark in every single masterpiece (wagelase) I make. Hehehe sounds lebay? Iya mungkin, karena yaa memang aku bukan siapa-siapa atau orang besar yang karyanya bisa direpost siapapun tapi tidak sedikit juga yang kadang merepost ehehe (lah gmn si?) And guess what? Setelah aku pakai watermark, mereka yang tadinya suka ngerepost karyaku tanpa sumber mulai bertanya-tanya yang uhm lebih ke protes sih — " Lah kok dikasih watermark sih?" " Ga asik ah, jadi kaya aneh gt" " Kaya orang terkenal aja deh pake watermark aja"

Oke so, yang mau aku tekanin di sini adalah ayolah guys, trying to appreciate people's masterpiece by NEVER FORGET put the source. Iya, ga susah kan? Dan aku yakin, ga cuma aku yang mengalami hal seperti ini. Hayo diingat lagi coba, dulu waktu pelajaran bahasa Indonesia sudah pernah diajari tentang pentingnya mencantumkan sumber di setiap teks kan? Apalagi kalau kamu udah kuliah, pastilah ada daftar pustaka atau catatan kaki untuk setiap tugasmu. Sepele banget kan ya? Boleh saja kalian berpikir aelah lebay amat cuma gegara ga cantumin sumber doang, well itulah artinya apresiasi dan menghargai —kecil tapi besar nilainya bagi kita. Untuk kalian yang sudah selalu mencantumkan sumber, terima kasih banyak, terus lanjutkan! Dan yang belum? Yuk, berusaha menghargai setiap karya orang!

—with love,
Caca.