Tahun ini, menjadi guru terbesar dalam proses pendewasaan, bukan hanya diriku, tapi seluruh umat manusia di dunia.
Ada banyak rencana-rencana indah yang harus terpaksa gagal atau ditunda sampai entah kapan karena selebritis tahun ini yang mencekam ribuan nyawa.
Awalnya, berjuta kecewa, sedih, kesal, marah, entah berbagai perasaan meletup yang sukar dijelaskan. Kalau ini adalah layar lebar, maka aku adalah salah satu pemerannya, entah utama atau figuran, tapi yang jelas aku sudah mengemasi puluhan rencana dengan bayang-bayang indah yang kemudian berakhir berserakan.
“ Ah kenapa sih, harus tahun ini?”
“ Kenapa harus ditunda sih? Itu kan rencanaku sejak beberapa tahun yang lalu!”
“ MENYEBALKAN!”
Kemudian teriak, entah dengan lantang atau menjerit dalam hati. Tidak apa-apa, bebas. Namanya juga manusia, kalau tidak mengeluh, ya kecewa. Sekalinya sempurna, ingin lagi dan lagi, api kepuasan yang tidak pernah habis membara.
Sebenarnya apa sih, maunya tahun ini? Apa tidak cukup, memporak-porandakan kesedihan yang tidak berujung larut karena setiap harinya selalu ada jiwa yang terbenam? Apa kurang, kesabaran kita selama ini karena menunda rencana yang gagal berserakan?
PLAK! Tahun ini menampar dengan keras. Bersyukur. Apa iya, aku sudah benar-benar bersyukur? Apa iya aku sudah benar-benar bersabar?
“ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” Bersyukur, rupanya kita adalah murid yang cukup kuat untuk menerima ilmu kehidupan dari guru kita —Tahun ini. Rupanya di balik lembaran rencana yang hancur, Tuhan menyisipkan secarik momen indah untuk kita nikmati. Kita diberikan kesempatan untuk membayar waktu-waktu yang hilang bersama keluarga. Kita diberikan disisipkan waktu untuk istirahat dari kesibukan sebelumnya.
Tenang saja, satu rencana Tuhan akan selalu lebih indah daripada puluhan rencana yang sudah kita tata. Di lembar terakhir dari 366 halaman ini, ada berbagai syair berisi doa dan harapan bersama.
Dan besok, kita akan memulai lembar pertama dari 365 hari yang bersiap menyisipkan cerita dengan berbagai alur untuk kita syukuri.
Bukan sampai jumpa lagi,
Tapi terima kasih, 2020.
— Love, C.