Saturday, November 3, 2018

Untukmu, Perempuan Tangguh

Jatuh cinta itu sakit.
Namanya juga jatuh,
Yang membedakan adalah apakah jatuhmu itu terbalaskan perasaan yang sama, atau diabaikan begitu saja.

Mungkin bagi kamu,
Perempuan tangguh,
Disakiti sudah menjadi detak dalam nadimu.
Kata orang mungkin kamu terbiasa,
Karena terlalu sering jatuh dan pada nyatanya kamu bisa bangkit lagi.
Tapi aku bilang,
Seberapa seringnya kamu tersakiti, itu bukan terbiasa.
Itu tangguh. Dan kamu hebat.

Kamu dihadapkan dengan dua pilihan,
Memilih untuk tetap bertahan dengan sayatan luka yang kian menggores, atau bangkit membuka lembaran baru.

Kamu yang memilih untuk bertahan, kamu tangguh.
Bukan bodoh, atau buta tuli sekalipun.
Namanya saja cinta, siapa bilang tidak buta?
Coba saja balik memposisikan menjadi dirimu, baru mereka akan diam dan mengiyakan perasaan yang katanya bodoh itu.
Tapi kalau bertahan hanya akan membunuh hatimu perlahan, lalu untuk apa?
Luka yang kamu terima,
Bahkan pula mati rasa yang kamu dapat.

Sedang kamu yang memilih untuk bangkit,
Itu juga tangguh.
Bangkit tidak semudah mengedipkan mata.
Hati kamu mungkin terluka,
Bahkan bisa jadi mati rasa.
Tapi hatimu bukan batu.
Ia bisa terkikis seiring berjalannya waktu,
Jangan bohongi dirimu.
Kamu bisa saja memang terlihat kuat,
Tapi di lubuk dalam tidak bisa menipu, bahwa kamu juga lebih rapuh.

Perempuan tangguh,
Jangan hilangkan senyummu. Bahagia itu sederhana,
Siapa yang tahu, hanya dengan melihat senyummu mereka juga ikut menarik bibirnya? Semudah itu, sesederhana itu.
Jangan sembunyikan senyummu hanya karena kenangan yang ditinggalkannya.

Hidupmu masih panjang,
Roda juga berputar
Untuk apa menghancurkan diri perlahan jika kamu bisa mendapatkan yang lebih baik?
Klise memang, kalimat "kamu pasti akan mendapat yang lebih baik."
Tapi tidak bisa dipungkiri, karen itu benar adanya. Kamu pasti, iya, bukan mungkin atau akan, tapi pasti.
Hatimu sudah terjamin dengan ketangguhanmu.

Oh iya satu lagi,
Kamu berhak mencintai. Dan dicintai :)

1 comment:

  1. Begitulah cinta. Resikonya cuma dua, bahagia atau derita. Kalo kamu jatuh hati kamu juga harus siap kalo hatimu akan jatuh :(

    ReplyDelete